Rabu, 22 Juli 2015

Anak itu berkah apa musibah ?

Anak itu berkah apa musibah?

Judul diatas mungkin sedikit kontroversi, karena saya teramat gemas dengan kasus - kasus yang belakangan ini beredar dimedia masa, media elektronik, dan media sosial tentang kasus kekerasan kepada anak, kasus pelecehan terhadap anak, kasus penculikan dan lain sebagainya.Pelakunya bukan orang lain atau orang yang tidak kenal,melainkan kebanyakan anggota keluarga itu sendiri, bisa ayah,ibu,kakek,nenek,paman,kakak miris sekali melihatnya.

Saya jujur sedih, sedih teramat sangat ketika membacanya, terlintas beribu pertanyaan memenuhi kepala saya, Kok bisa yah?kok tega yah? Kenapa bisa kayak gitu? Apa motif dibelakang nya? Apa salah anak itu?

Namun jawaban dari pertanyaan saya terjawab dengan beberapa alasan sepele, karena anak itu nangis ,tidak bisa diatur atau sekedar pelampiasan !!!
Setelah saya selesai membaca beberapa kasus di media sosial baru - baru ini.

Hanya karena anak menangis , rewel ibunya tega menenggelamkan anaknya ke bak mandi supaya diam, atau karena setelah bertengkar suami dan istri anak yang selalu menjadi korban kekerasan

Ya allah hanya alasan itu, dia tega membunuh darah dagingnya,membunuh makhuk allah yang tidak berdosa, memutus kehidupan manusia seenaknya,mendzalimi dengan teganya sungguh egois!!!


Ayah dan ibu selalu bilang : "neng,zaman dahulu anak itu membawa rahmat bagi keluarganya, semakin banyak anak semakin banyak rezeki keluarganya mengalir, zaman dahulu mereka berlomba memiliki banyak anak sebagai kebanggaan, diajarkan pendidikan moral yang baik dalam keluarganya, dibacakan dongeng tiap malam, diajarkan disiplin dan mandiri, benar - benar sebaik mungkin, diberikan keleluasaan bermain bersama teman - teman dan alam sekitar..


Beda banget dengan zaman sekarang, anak dikurung dirumah, diberikan game ,jauh dari sosialisasi dengan lingkungan sekitar, orang tua zaman sekarang menganggap anak bikin ribet,dan memperlambat laju pencapaian karier karena harus mengurus anak.

Benar - benar penuh dengan ketimpangan...

Saya sampai berpikir, zaman dahulu memang jarang menonton televisi makan nya aksi kekerasan jarang terjadi, tapi lihat sekarang?? Dikit - dikit tontonan di televisi menyuguhkan adegan kekerasan yang lolos badan sensor film, mungkin ini lah faktor yang menyebabkan banyaknya kasus kekerasan dan pemukulan sering terjadi, karena " latah" mengikuti adegan film atau sinetron.


Semoga para orang tua bisa lebih bijak dan bertanggung jawab lagi dalam mengurus salah satu amanah yang allah berikan kepada mereka :)


Tangerang, 22 Juli 2015

Cahaya_ela

Selamat hari anak :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar